top of page

Amanda Daycare in Supporting the Care Economy

  • Gambar penulis: Aisyah Nurcholish
    Aisyah Nurcholish
  • 20 Okt 2025
  • 3 menit membaca

Ekonomi perawatan (Care Economy) mencakup semua jenis pekerjaan perawatan, termasuk yang dibayar dan tidak dibayar, formal dan informal, dan mencakup setiap tahap kehidupan. Mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perawatan lansia, dukungan kesehatan mental, dan tugas domestik, pekerjaan perawatan menopang kesejahteraan, martabat, dan kesempatan manusia. Meskipun memiliki peran yang sangat penting, pekerjaan perawatan atau care work sering diabaikan, kurang didanai, dan tidak didukung dengan baik. Care work bersifat multifaset dan mencakup berbagai profesi, seperti pendidik anak usia dini, tenaga kesehatan, pekerja sosial, dan pekerja rumah tangga. Meskipun care work tidak dibayar lebih luas, distribusinya tetap tidak merata, seringkali jatuh secara tidak proporsional pada perempuan akibat peran gender yang tertanam dan ekspektasi sosial.


Laporan ILO-Gallup 2017 yang melibatkan survei terhadap hampir 149.000 orang di 142 negara menyoroti pentingnya layanan penitipan anak yang terjangkau dan mudah diakses. Data menunjukkan bahwa mayoritas perempuan lebih memilih pekerjaan berbayar, baik penuh waktu maupun paruh waktu, sambil tetap mengurus tanggung jawab rumah tangga. Menariknya, 66% pria juga mendukung preferensi ini untuk perempuan dalam keluarga mereka. Namun, laporan tersebut juga mengidentifikasi ketidakmerataan regional yang signifikan. Di Eropa Utara, Selatan, dan Barat, hampir 90% individu mendukung partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Di sisi lain, pria di Afrika Utara dan Negara-Negara Arab, terutama pria muda, lebih cenderung percaya bahwa perempuan seharusnya tinggal di rumah. Perbedaan generasi yang mengejutkan ini menunjukkan norma-norma budaya yang terus berkembang namun tetap persisten.


Selain itu, meskipun ada keinginan yang luas untuk bekerja secara berbayar, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tetap terbatas, terutama karena tanggung jawab perawatan yang tidak dibayar. Hal ini terutama mencolok mengingat banyak perempuan di luar angkatan kerja, terutama yang berusia 15–29 tahun, mengungkapkan keinginan yang kuat untuk bekerja. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan perawatan yang signifikan — ketidakcocokan antara aspirasi dan kesempatan.


Tantangan terkait perawatan merupakan salah satu hambatan terbesar bagi partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Menurut laporan ILO-Gallup, tantangan utama yang disebutkan oleh responden di seluruh dunia adalah menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, diikuti oleh kurangnya layanan perawatan yang terjangkau. Bersama-sama, masalah-masalah ini menyumbang 34% dari tantangan yang dihadapi perempuan dalam pekerjaan berbayar. Kesulitan lain yang dilaporkan meliputi upah yang tidak setara, jam kerja yang kaku, dan perlakuan yang tidak adil, terutama di negara-negara berkembang.


Wanita dengan anak di bawah 15 tahun lebih cenderung menyebutkan kurangnya layanan penitipan anak yang terjangkau sebagai hambatan utama, yang memperkuat kebutuhan akan layanan seperti Amanda Daycare. Bagi banyak ibu, akses ke layanan penitipan anak yang andal dapat menjadi faktor penentu apakah mereka bergabung atau tetap berada di dunia kerja.



Pendidikan juga berperan dalam membentuk persepsi terhadap tantangan perawatan. Wanita yang memiliki pendidikan perguruan tinggi lebih cenderung mengidentifikasi keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga sebagai prioritas utama mereka, sedangkan wanita dengan pendidikan dasar lebih menekankan pada keterjangkauan. Keyakinan yang terus berlanjut bahwa ā€œanak-anak menderita ketika ibu bekerjaā€ terus mempengaruhi sikap dan kebijakan terkait pekerjaan ibu. Survei Nilai Dunia (2010–14) menemukan bahwa 50% pria dan 45% wanita di seluruh dunia setuju dengan pernyataan ini. Namun, tren ini bergerak ke arah yang positif. Pada awal 1990-an, 70% responden setuju dengan pernyataan ini; dua dekade kemudian, angka tersebut turun menjadi 42%.


The Role of Institutions in Reimagining Care


Perbedaan regional dalam keyakinan tentang pekerjaan ibu menunjukkan peran kritis kebijakan publik dan dukungan institusional dalam membentuk norma-norma sosial. Di Eropa dan Asia Tengah, di mana layanan penitipan anak telah berkembang baik dan terinstitusionalisasi, lebih sedikit orang yang percaya bahwa anak-anak dirugikan oleh pekerjaan ibu mereka. Sebaliknya, di wilayah di mana layanan penitipan anak langka, mahal, atau berkualitas buruk, skeptisisme terhadap pekerjaan ibu tetap lebih tinggi.



Partisipasi Amanda Daycare dalam inisiatif ekonomi perawatan yang lebih luas dari ILO menempatkannya dalam gerakan global yang berupaya mewujudkan perubahan sistemik. Amanda Daycare menyediakan lingkungan di mana anak-anak dibesarkan, dididik, dan dirawat, memberikan jaminan kepada orang tua, terutama ibu, bahwa mengejar pekerjaan berbayar tidak harus mengorbankan kesejahteraan anak-anak mereka.


Mengenali dan berinvestasi dalam ekonomi perawatan merupakan keharusan moral dan strategis. Masyarakat yang memprioritaskan infrastruktur perawatan, seperti layanan penitipan anak yang terjangkau, perawatan lansia, dan layanan kesehatan, lebih mampu mempromosikan kesetaraan gender, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Berinvestasi dalam fasilitas perawatan dapat meringankan beban perawatan yang tidak proporsional yang ditanggung oleh perempuan, membuka potensi manusia, dan menciptakan landasan yang lebih adil bagi semua. Menutup kesenjangan perawatan tidak hanya penting untuk partisipasi ekonomi perempuan tetapi juga untuk membangun komunitas yang tangguh dan ekonomi yang siap menghadapi masa depan.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


bottom of page